We Create Your Better Future

Artikel

  Jadi Ibu Sekaligus Psikolog bagi Siswa.

  |  Rabu, 18 Februari 2015 - 14:48:23 WIB | Dibaca: 3053 kali 


Yogyakarta - Cerdas, cantik, mandiri. Itullah kesan pertama saat berjumpa Natalina Primawati. Direktur Indocrew ini berperan sekaligus sebagai ibu, guru, psikolog dan konsultan bagi para siswanya.

Sore itu, cuaca sedang cerah, juga wajah Natalina Primawati. Saat berbincang dengan Harian Jogja, ia mengenakan kemeja putih garis-garis, celana jeans, dan sepatu wedges hitam.

Direktur Lembaga Pendidikan Ketrampilan (LPK) Indocrew yang akrab di sapa Lina ini. Meski baru pulang mengajar dari Purworejo, Lina tetap tampil energik. Perempuan yang menginjak usia 50 tahun ini lantas bercerita kegiatannya di LPK Indocrew.

“ Ya, baru dibuka sebulan yang lalu (Indocrew Purworejo), rencananya tahun ini (2012), tapi sejak Desember lalu sudah ada siswa yang mendaftar.” Katanya saat berbincang santai dengan Harian Jogja, awal januari 2012.

Lembaga Pendidikan Ketrampilan (LPK) Indocrew didirikan Lina tahun 2005. Pusatnya di jalan Bumijo Tengah 22 Jogja. Dulu sempat membuka cabang di Solo, namun Lina melepasnya karena alasan jarak.

Ditempat kelahirannya, Purworejo, Lina membuka cabang Indocrew guna mendidik remaja yang berminat untuk menimba ilmu bidang kapal pesiar.

Sejak didirikan, Lina berhasil meloloskan 800 lebih muridnya. Mereka kini sudah berada di tengah lautan luas, bekerja di pelayaran. Tentu orang bertanya-tanya, mengapa seorang Lina menekuni dunia kapal pesiar ?

“ Banyak yang tanya, apa aku juga pernah bekerja di pelayaran ? Aku bilang, tidak. Tapi secara teori, aku tahu dan aku ajarkan pada murid-muridku,” jelas perempuan berambut ikal panjang ini.

Lina bercerita soal perjalanan kariernya yang cukup panjang. Sebagai anak yang lahir di kampung, Kabupaten Purworejo 19 Januari 1962, Lina tergolong kreatif. Ia menggambar pakaian di kertas lalu di gunting. Kain-kain sisa, ia jahit dan dijadikan baju-baju. Karyanya sering di beli oleh teman-temannya.

 

Fashion

Lambat laun, tumbuh cita-cita menjadi seorang desainer busana dalam benak Lina. Namun, harapan itu pupus lantaran orang tuanya tak merestui. “Aku suka baca-baca majalah Gadis. Waktu kelas 3 SMA, ada perpanjangan setengah tahun. Maunya aku melanjutkan ke Jakarta, di jurusan desain, sama orang tua enggak boleh, aku di suruh jadi dokter, ya orang tua jaman dulu kan enggak seperti zaman sekarang demokratis, aku enggak berani bantah, meski itu jadi mimpiku sejak kecil,” kisah Lina mengenang masa-masa remajanya.

Lina pasrah, lantas masuk Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM).” Aku suka menolong, tapi lihat darah nggak kuat, pas ada anatomi semester 3, aku keluar, sama orangtua di paksa lagi kuliah di Universitas Satya Wacana, mangambil FKIP, jurusan bahasa Inggris diploma, otomatis menjadi pegawai negeri, enggak krasan juga,” katanya lagi.

Menjadi guru, seperti yang diinginkan orang tuanya, ternyata sangat menyiksanya. Pernah, saat mengajar, karena rasa malu bercampur kesal, di depan murid-meridnya ia menangis. Sejak itulah, ia “melarikan diri” dari tugasnya sebagai guru, lebih-lebih cap pegawai negeri sipil.

Di Universitas Sanata Dharma, akhirnya Lina bernaung. Setelah menyelesaikan sarjananya, Lina merasa purna tugas memenuhi kewajiban sebagai anak penurut. Ia kembali membuka jalan untuk cita-citanya yang tertunda, mengikuti kursus desain dan menjahit. Tiga bulan menimba ilmu, ia membuka usaha fashion.

Pelanggannya datang silih berganti. Lina kebanjiran order, sampai mengantongi laba hingga Rp 900.000 per hari. Saat itu, yang ada dalam benaknya adalah keinginan mandiri meski sudah bersuami.

“ Di tengah kuliah aku menikah, dan aku memang orangnya enggak bisa diam,” kisahnya lagi, seraya menambahkan ia juga memberikan kursus menjahit untuk ibu dan remaja.

Tak menunggu lama, berdirilah Modiste Talia, yang melayani pembuatan gambar desain baju hingga jahitan. Akan tetapi, ternyata dunia fashion akhirnya membuat Lina muak lalu memutuskan untuk hengkang selama-lamanya dari mimpinya yang telah terwujud itu.

“ fashion itu yang punya nama, entah kreatif entah tidak tetap eksis, yang baru meski punya potensi semakin tenggelam, banyak kecurangan,” katanya, geram.

Segala perlengkapan jahit dan display pakaian ia jauhkan dari kehidupannya. Lina memilih memberikannya secara Cuma-Cuma pada tukang jahit di pelosok desa.

 

Kapal Pesiar

Lina mengaku, kepindahan rutinitas dari mendesain baju ke LPK Indocrew ini bukan peralihan profesi. Saat LPK ini berdiri, Modiste Talia yang diubah nama menjadi Natali measih beroperasi. Uang hasil bisnis baju itu ia gunakan untuk membiayai kebutuhan LPK.

Ketertarikan Lina pada kapal pesiar berawal saat mantan suaminya, kesulitan melamar kerja di kapal pesiar. Timbul penasaran di benak Lina, seperti apa dunia kapal pesiar. “ Aku pelajari, tesnya gimana, persyaratannya apa,” tuturnya.

Selain teori dan kecakapan bahasa Inggris, penampilan saat bekerja di kapal pesiar juga tak kalah penting. Di porsi inilah, kemahiran Lina mendandani orang terlampiaskan.

“setiap orang jelek, ketemu aku pasti jadi cantik, bodi bisa keliahatan bagus, karena aku berani menegur siapa saja yang membawa kain ke aku dan kalau tidak cocok dengan bdan, kuliy, dia gemuk, kulitnya enggak putih, aku enggak mau, karena akan kelihatan gemuk, kulit akan tenggelam dalam kain,” jelasnya.

Namun, setelah banyak murid, LPK ini menuntut banyak waktu dan tenaga sehingga Lina benar-benar total menghapus dunia fashion dari aktivitasnya. “Bayangkansaja, setiap anak ke sini adalah anak yang mencari pekerjaan, tidak ganya memberi materi teori, tapi aku berusahan supaya mereka benar-benar berhasil, aku harus bisa melihat sisi yang lain dari mereka,” katanya lagi.

Yang terpenting adalah menjaga semangat dan mental murid. Di posisi ini, Lina layaknya ibu sekaligus psikolog bagi muridnya yang sedang bertengkat dengan orangtuany, pacarnya, temannya.

Lina seringkali menjadi teman curhat yang mampu menyelesaikan segala persoalan. Belum lagi lima guru yang ikut mengajar. Lina harus siap menjadi yang terdepan, membimbing dan mengarahkan guru-guru itu.

Meski melelahkan, Lina tak pernah goyah. Ia justru senang mendapat banyak ‘anak’. Sebab putranya, Awang sudah beranjak dewasa, waktunya lebih banyak bersama sahabat-sahabatnya di luar rumah.

“lha aku karo sopo? Suami juga tidak punya. Aku memang tidak diperbolehkan anak dan keluarga untuk menikah lagi. Ya, anak-anak inilah yang menjadi keluargaku, aku merasa mendapatkan semangat setiap saat berasama mereka,” ujarnya, dengan mata berkaca-kaca.

 

Jangan sampai jadi TKI

Jauh sebelum mendirikan Indocrew, Natalina Primawati tak pernah menyangka gaji seorang karyawan di kapal pesiar mencapai Rp20 jujta lebih. Bahkan, mantan siswanya sampai menerima gaji Rp33 juta per bulan. Selain uang, mereka bisa melihat keelokan belahan dunia. Mampir di suatu negara, berwisata, menginap di hotel berbintang, makan makanan lezat.

Namun, kapal pesiar diakui Lina tak begitu diminati masyarakat. Ia menilai, kekuatiran masyarakat khususnya di desa adalah resiko yang sesungguhnya tak perlu dirisaukan. Misalnya susah mengirimkan uang, pelecehan seksual, kecelakaan kerja.

“zaman sudah modern, tinggal mencet nomer pin aja uang sudah terkirim. Mereka lupa ada ponsel dan teknologi sudah canggih. Mana ada pelecehan seksual di kapal?katanya, tegas.

Sebelum diberangkatkan berlayar, murid-murid di LPK Indocrew sudah dibekali terori dan praktik yang matang. Termasuk ilmu sekslologi, bagaimana cara menjaga diri, sadar akan hak dan bahaya.

Lina mengajarkan perempuan tidak manja, harus melindungi diri sendir. “Di kapal pesiar asalkan tidak punya penyakit, tidak mencuri, tidak berantem, berapa tahun saja boleh perpanjang kontrak. Perempuan di sana sangat di hargai harkat dan martabatnya, tidak akan terjadi pemerkosaan, Cuma suit-suit perempuan tidak terima, bisa di kasuskan. Tapi kalau kita jalan di jalan raya, dicemooh badan kita, kita bisa apa hayo ?” katanya.

Atas penjelasan Lina itupun, seringkali orang yang datang padanya tidak paham juga. Padahal, lanjutnya, sistem kerja di indonesia sangat tidak mneguntungkan. Kontrak kerja di batasi, hak jaminan kesehatan di potongkan dari gaji, jenjang karier tidak jelas.

“ di kapal pesiar bisa sampai 30 kali kontrak. Enggak cuma itu saja, kesempatan itu menurut pendapatku sangat besar hanya saja tidak dimanfaatkan. Kebanyakan orangtua menyuruh anaknya kerja di dekat-dekat rumah,” tukas perempuan berkulit sawo matang ini

Tak sampai di situ, kesempatan kerja di kapal pesiar dangat menjanjikan ini, sebab terlindungi hukum internasional. “jangan sampai jadi TKI yang hukumnya tidak internasional, pengetahuan tidak total, mereka mempertaruhkan nyawanya untuk uang,” katanya merasa prihatinbiar bagaimanapu, kapal pesiar masih jauh dari angan-angan oarang kampung. Karena eklusifitasnya pula, tidak banyak remaja tertarik. “Informasi kapal pesiar, sangat minim, ada yang sudah sukses tidak mau bilang sama orang lain,” imbuhnya.

 

Awet Muda

Sangat menarik berbincang dengan Natalina, perempuan penuh idealisme, supel, dan super sibuk. Lepas dari itu semua, apa rahasia Lina awet muda? “Aku tertawa kalau ditanya kayak begitu, Aku tidak sukan pakai kosmetik. Rasanya sudah enggak pas sekali pakai make up,” katanya, tersenyum simpul.

Arahasia lain, Lina berusaha untuk hidup sehat lahir dan batin. Termasuk makan empat sehat lima sempurna, seperti yang di nasehatkan orang tuanya serjak dulu kala. Ia nyaris tak menambah salon. Ia miris, melihat remaja hingga usia lanjut seringkali mengingkari proses kehidupan yang diciptakanTuhan. “ Aku enjoy dengan usiaku, tidak menjadikannya lebih muda. Apa adanya, yang alami-alami saja ah, hahaha.” Katanya. tertawa lerpas.

 

 

Diterbitkan  : Harian Jogja

Tanggal  : 15 Januari 2012

 

Ditulis  : Tri Wahyu Utami

Copyright : Admin 






225 comments:

JanomicH
16 Maret 2020 - 04:29:14 WIB
Acquistare Cialis San Marino [url=http://apcialisle.com/#]Cialis[/url] Acheter Du Cytotec En Ligne <a href=http://apcialisle.com/#>generic cialis canada</a> Canadian Discount Mail Order Pharmacies
JanomicH
11 April 2020 - 09:26:45 WIB
Propecia Online No Prescription Viagra [url=https://apcialisle.com/#]brand name cialis online[/url] Cialis Vente <a href=https://apcialisle.com/#>generic cialis from india</a> Amoxicillin Rx655
JanomicH
20 April 2020 - 06:59:40 WIB
generic isotretinoin skin health low price [url=https://abuycialisb.com/#]best place to buy cialis online reviews[/url] Georgia Vermox 100 Mg <a href=https://abuycialisb.com/#>Buy Cialis</a> Where Diflucan
Imiscom
08 Juni 2020 - 00:04:28 WIB
Cialis Farmacia El Pont Andorra [url=https://viacialisns.com/]cialis generic best price[/url] Finasteride Order <a href=https://viacialisns.com/#>cialis without prescription</a> Doxycycline Amoxicillin Sinus Australia
tadalafil gel
02 Juni 2021 - 19:58:42 WIB
tadalafil generic https://pulmoprestadalafil.com/ tadalafil pills 20mg <a href="https://pulmoprestadalafil.com/#">tadal afil 40</a>
tadalis sx
02 Juni 2021 - 21:21:43 WIB
what is tadalafil https://extratadalafill.com/ tadalafil 60 mg for sale <a href="https://extratadalafill.com/#">tadalis sx</a>
order tadalafil
02 Juni 2021 - 21:56:08 WIB
40 mg tadalafil https://superactivetadalafil.com/ tadalafil online <a href="https://superactivetadalafil.com/#">tad alafil daily use</a>
tadalafil tablets
03 Juni 2021 - 18:53:12 WIB
tadalafil daily use https://pulmoprestadalafil.com/ tadalafil gel <a href="https://pulmoprestadalafil.com/#">tadal afil pills 20mg</a>
40 mg tadalafil
03 Juni 2021 - 20:25:31 WIB
generic tadalafil 40 mg https://extratadalafill.com/ tadalafil daily use <a href="https://extratadalafill.com/#">tadalafi l online</a>
40 mg tadalafil
04 Juni 2021 - 00:29:12 WIB
tadalafil 40 mg daily https://superactivetadalafil.com/ order tadalafil <a href="https://superactivetadalafil.com/#">tad alafil pills 20mg</a>
First Prev 1 2 3 ... 23 Next Last




Post Comments :







© 2012 INDOCREW YOGYAKARTA